Mengatur Static Route dan Pisah Trafik (Policy-Based Routing) di MikroTik RouterOS v7 dengan 2 Langganan ISP (internet), dengan skenario semua trafik browsing/streaming berbasis HTTP/HTTPS (port 80 dan 443) keluar melalui ISP 2, sementara trafik lain tetap memakai ISP 1 sebagai jalur utama.
Pada RouterOS v7, struktur routing table mengalami perubahan besar dibandingkan versi 6. Dokumentasi ini menjelaskan cara melakukan konfigurasi traffic steering secara bertahap, baik menggunakan Winbox maupun Command Line Interface (CLI).
Prasyarat dan Konsep Dasar
- Router MikroTik yang sudah menggunakan RouterOS v7, dengan versi terbaru yang lebih direkomendasikan.
- Dua Jalur Internet (Dual ISP) yang aktif:
- ISP 1 (Utama/Gaming): Gateway
192.168.1.1(Interface:ether1-ISP1) - ISP 2 (Khusus Browsing/Streaming): Gateway
192.168.2.1(Interface:ether2-ISP2)
- ISP 1 (Utama/Gaming): Gateway
- LAN Subnet:
192.168.88.0/24(Interface:bridge-LAN)
Konfigurasi Pisah Trafik di RouterOS v7
Di RouterOS v7, Anda harus mendaftarkan nama routing table baru terlebih dahulu sebelum dapat menggunakannya di menu routes atau firewall.
Buat Routing Table Baru
RouterOS v7 mewajibkan pendaftaran nama tabel sebelum kita menambahkan static route.
- Via Winbox -> Buka menu Routing > Tables.
- Klik ikon
+(Add). - Isi Name:
to-ISP2. - Centang opsi FIB.
- Klik Apply lalu OK.
- Klik ikon
Perintah CLI (Terminal)
/routing table add name=to-ISP2 fib
Buat Route Gateway Default & Routing Khusus
Berikutnya, tambahkan jalur routing default untuk setiap ISP beserta tabel routing kustom yang telah dibuat.
- Via Winbox -> Buka menu IP > Routes.
- Tambahkan Default Route Main (ISP 1):
- Dst. Address:
0.0.0.0/0 - Gateway:
192.168.1.1 - Routing Table:
main
- Dst. Address:
- Tambahkan Routing Khusus (ISP 2):
- Dst. Address:
0.0.0.0/0 - Gateway:
192.168.2.1 - Routing Table:
to-ISP2
- Dst. Address:
Perintah CLI (Terminal)
# Default route utama via ISP1
/ip route add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.1.1 routing-table=main
# Routing Khusus to-ISP2 via ISP2
/ip route add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.2.1 routing-table=to-ISP2
Membuat Mark Routing di Firewall Mangle
Gunakan Mangle untuk memisahkan koneksi dan memberi marking jalur (routing mark) pada paket data target (misal: trafik port YouTube, Video Streaming, atau IP Client tertentu). Sebagai contoh, kita akan mengarahkan semua trafik Port 80, 443 (atau IP target tertentu) ke jalur ISP 2:
- Via Winbox -> Buka menu IP > Firewall > tab Mangle.
- Klik + untuk menambah rule:
- Tab General: Chain =
prerouting, In. Interface =bridge-LAN, Protocol =tcp, Dst. Port =80,443(atau sesuaikan kebutuhan). - Tab Action: Action =
mark routing, New Routing Mark =to-ISP2, centang Passthrough.
- Tab General: Chain =
- Klik Apply lalu OK.
Tujuan: semua trafik TCP port 80 dan 443 dari LAN akan diberi routing mark to-ISP2, sehingga keluar melalui routing table to-ISP2 (ISP2).
Atau bisa juga memisahkan trafik berdasarkan Website / IP tujuan yang terdaftar di address-list, Anda bisa lihat dokumentasi Menambahkan Address-List Berbasis Nama Domain.
Perintah CLI (Terminal)
/ip firewall mangle
add chain=prerouting in-interface=bridge-LAN protocol=tcp dst-port=80,443 action=mark-routing new-routing-mark=to-ISP2 passthrough=yes comment="Pisah Trafik Web/Streaming ke ISP2"
Memastikan NAT Masquerade Aktif
Agar perangkat di LAN dapat terhubung ke internet melalui kedua ISP, aktifkan NAT pada masing-masing interface WAN.
Perintah CLI (Terminal)
/ip firewall nat
add chain=srcnat out-interface=ether1-ISP1 action=masquerade comment="NAT ISP1"
add chain=srcnat out-interface=ether2-ISP2 action=masquerade comment="NAT ISP2"
Frequently Asked Questions (FAQ)
Kesimpulan
Seluruh trafik dari jaringan lan yang menuju ke port TCP 80 dan 443 (browsing HTTP/HTTPS dan mayoritas layanan streaming) kini telah berhasil diarahkan secara spesifik melewati ISP 2. Trafik di luar port tersebut (seperti game online, DNS, Winbox, atau SSH) akan tetap melewati ISP 1 secara default.