MikroTik

⌘K
  1. Home
  2. Docs
  3. MikroTik
  4. Routing
  5. Setting Recursive Gateway MikroTik v7 untuk Failover

Setting Recursive Gateway MikroTik v7 untuk Failover

Teknik routing di MikroTik RouterOS v7 yang memungkinkan router memantau koneksi internet secara end-to-end langsung ke IP yang ada di cloud internet, bukan cek gateway ISP. Tanpa recursive, router hanya tahu apakah gateway lokal (misal ip modem) hidup. Dengan recursive, router bisa memeriksa apakah koneksi internet di balik modem benar-benar aktif.

Prasyarat dan Konsep Dasar

  • Perangkat MikroTik sudah menggunakan RouterOS v7 (misal v7.12+).
  • Memiliki dua jalur ISP aktif (misal ISP1 / Utama dan ISP2 / Backup).
  • Contoh IP Topologi:
    • ISP 1 (Utama): Gateway 192.168.1.1
    • ISP 2 (Backup): Gateway 192.168.2.1
    • Target Host ISP 1: 1.1.1.1 (DNS Cloudflare)
    • Target Host ISP 2: 1.1.1.2 (DNS Cloudflare)

Salah satu contoh skenario sederhana dalam dokumentasi ini adalah penggunaan mode failover active-backup, ketika router mendeteksi koneksi internet di upstream ISP 1 terputus, secara otomatis akan beralih ke ISP 2. Jika ISP 1 kembali aktif, sistem akan otomatis melakukan fallback ke ISP 1.

Alur kerja recursive gateway:

  1. Route Default dst-address=0.0.0.0/0 dibuat dengan gateway berupa IP publik di internet gateway=1.1.1.1 dengan target-scope=11.
  2. Host Route ISP 1 dibuat dengan dst-address=1.1.1.1/32 menuju gateway ISP gateway=192.168.1.1, dengan scope=10.
  3. Karena target-scope (11) lebih besar dari scope host route (10), route default bisa “transit” melalui gateway ISP untuk sampai tujuan.
  4. Dengan check-gateway=ping pada route default, router sekarang ngeping 1.1.1.1 — bukan gateway ISP. Jika ping gagal (internet benar-benar mati di jalur itu), route menjadi inactive dan traffic otomatis pindah ke link backup (distance=2).

Contoh Konfigurasi

Buat Host Route ke Gateway ISP

/ip route
# Host Route ISP 1 ke 1.1.1.1
add dst-address=1.1.1.1 scope=10 gateway=192.168.1.1

# Host Route ISP 1 ke 1.1.1.2
add dst-address=1.1.1.2 scope=10 gateway=192.168.2.1
  • dst-address=1.1.1.1: memaksa traffic ke IP Public ini selalu lewat gateway ISP 192.168.1.1.
  • Nilai scope=10 secara khusus merepresentasikan rute yang terhubung langsung (directly connected) nantinya akan menjadi route transit oleh target-scope yang lebih besar.

Buat Default Route dengan Check-Gateway

# Default Route Utama (ISP 1) via Recursive Target 1.1.1.1
/ip route add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=1.1.1.1 check-gateway=ping distance=1 target-scope=11 comment="Default Route ISP1 (Recursive)"

# Default Route Cadangan (ISP 2) via Recursive Target 1.1.1.2
/ip route add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=1.1.1.2 check-gateway=ping distance=2 target-scope=11 comment="Default Route ISP2 (Recursive)"
  • distance=1 vs distance=2: menentukan ISP 1 sebagai utama dan ISP 2 sebagai backup.
  • target-scope=11 membuat mencari route transit dengan scope yang lebih kecil (10) untuk sampai target.
  • check-gateway=ping: memantau 1.1.1.1 secara berkala; jika gagal, route inactive dan failover otomatis ke isp kedua.

Recursive gateway adalah teknik failover di MikroTik v7 yang bisa memastikan internet benar-benar bisa diakses, karena gateway ISP yang bisa di ping belum tentu menjamin koneksi internetnya konek. Recursive gateway juga bisa di integrasikan untuk Load Balancing PCC dan PBR (Policy Based Routing) untuk failover otomatis.

Tags ,
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted