Teknik routing di MikroTik RouterOS v7 yang memungkinkan router memantau koneksi internet secara end-to-end langsung ke IP yang ada di cloud internet, bukan cek gateway ISP. Tanpa recursive, router hanya tahu apakah gateway lokal (misal ip modem) hidup. Dengan recursive, router bisa memeriksa apakah koneksi internet di balik modem benar-benar aktif.
Prasyarat dan Konsep Dasar
- Perangkat MikroTik sudah menggunakan RouterOS v7 (misal v7.12+).
- Memiliki dua jalur ISP aktif (misal ISP1 Utama dan ISP2 Backup).
- Contoh IP Topologi:
- ISP 1 (Utama): Gateway
192.168.1.1 - ISP 2 (Backup): Gateway
192.168.2.1 - Target Host ISP 1:
1.1.1.1(DNS Cloudflare) - Target Host ISP 2:
1.1.1.2(DNS Cloudflare)
- ISP 1 (Utama): Gateway
Salah satu contoh skenario sederhana dalam dokumentasi ini adalah penggunaan mode failover active-backup, ketika router mendeteksi koneksi internet di upstream ISP 1 terputus, secara otomatis akan beralih ke ISP 2. Jika ISP 1 kembali aktif, sistem akan otomatis melakukan fallback ke ISP 1.
Contoh Setting Recursive Gateway + Failover Otomatis
Buat Route Buat Monitoring (scope 10)
/ip route
# Host Route ISP 1 ke 1.1.1.1
add dst-address=1.1.1.1 scope=10 gateway=192.168.1.1
# Host Route ISP 1 ke 1.1.1.2
add dst-address=1.1.1.2 scope=10 gateway=192.168.2.1
dst-address=1.1.1.1:Target IP yang dipantau./32= 1 IP spesifik.gateway=192.168.1.1: Next-hop sebenarnya (IP gateway dari ISP1 di LAN router).scope=10: Scope rendah. Route ini hanya dipakai untuk “ngecek link internet ISP”, bukan untuk mengirim trafik user.
Anggap 1.1.1.1 dan 1.1.1.2 adalah 2 orang satpam yang ditempatkan di ujung jaringan upstream ISP. Router ngomong: “Kalau mau ke 1.1.1.1, lewat 192.168.1.1 (ISP1).” Router akan terus nge-ping/nanya satpam ini. Kalau satpamnya ngga respons, router tahu ISP1 sedang down.
Buat Route Default Recursive (Target-Scope 11)
# Default Route Utama (ISP 1) via Recursive Target 1.1.1.1
/ip route add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=1.1.1.1 check-gateway=ping distance=1 target-scope=11 comment="Default Route ISP1 (Recursive)"
# Default Route Cadangan (ISP 2) via Recursive Target 1.1.1.2
/ip route add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=1.1.1.2 check-gateway=ping distance=2 target-scope=11 comment="Default Route ISP2 (Recursive)"
- dst-address=0.0.0.0/0 : Default route = semua trafik ke internet.
gateway=1.1.1.1: Bukan gateway langsung! Ini mengacu ke route monitoring di atas (scope 10).distance=1vsdistance=2: Semakin kecil, semakin diprioritaskan. ISP1 utama (1), ISP2 backup (2).target-scope=11: Scope tinggi. Route ini mencari gateway dengan scope yang lebih rendah (≤11). Karena route monitoring punya scope=10, mereka nyambung.check-gateway=ping: Router akan nge-ping gateway (1.1.1.1) secara berkala. Kalau 5x gagal (request timed out), route ini dinonaktifkan.
Cara kerja recursive gateway
- Trafik user mau ke internet.
- Router lihat route default: “lewat
1.1.1.1“. - Router cari di tabel routing: “gimana cara ke
1.1.1.1?” - Ketemu route monitoring: “ke
1.1.1.1lewat192.168.1.1.” - Jadi trafik user sebenarnya keluar lewat
192.168.1.1. - Keunggulan: Kalau ping ke
1.1.1.1gagal, route default ini mati otomatis. Trafik pindah ke route kedua (via8.8.8.8→192.168.2.1).
Recursive gateway adalah teknik failover di MikroTik v7 yang bisa memastikan internet benar-benar bisa diakses, karena gateway ISP yang bisa di ping belum tentu menjamin koneksi internetnya konek. Recursive gateway juga bisa di integrasikan untuk Load Balancing PCC dan PBR (Policy Based Routing) untuk failover otomatis.