1. Home
  2. Docs
  3. MikroTik
  4. DNS
  5. Setting Router MikroTik Menjadi DNS Server Lokal

Setting Router MikroTik Menjadi DNS Server Lokal

Router MikroTik memiliki fitur DNS Cache/Resolver yang memungkinkan router bertindak sebagai DNS server untuk jaringan lokal. Router akan menerima permintaan DNS dari client, mencari di cache-nya terlebih dahulu, dan jika tidak ada baru meneruskan ke DNS upstream (Google DNS, Cloudflare, ISP, dll).

Prasyarat dan Konsep Dasar

  • Router sudah terhubung internet, MikroTik butuh akses ke DNS upstream (Google/Cloudflare)
  • RouterOS v7, dokumentasi ini lebih condong untuk konfigurasi di MikroTik versi 7.
  • DNS Upstream, Siapkan 2 DNS publik, contoh: 8.8.8.8 (Google) dan 1.1.1.1 (Cloudflare)
  • DNS Server Seperti buku telepon. Anda ketik facebook.com, DNS akan mencarikan “nomor rumah”-nya (IP Address)

Aktifkan DNS Service dan Allow Remote Requests

Langkah pertama adalah mengaktifkan service DNS agar MikroTik dapat merespons permintaan DNS dari client LAN (bukan hanya untuk kebutuhan router sendiri).

Langkah Konfigurasi:

  • Melalui Winbox -> menu IP -> DNS
    • Servers: 1.1.1.1,8.8.8.8 (isi DNS upstream favorite Anda)
    • Allow Remote Requests: centang (untuk menjadikan router mikrotik sebagai DNS Server)
    • Klik Apply dan OK.

Perintah di Terminal (CLI):

/ip dns
set \
servers=1.1.1.1,1.0.0.1,8.8.8.8 \
allow-remote-requests=yes \
cache-size=8192KiB \
cache-max-ttl=1d \
query-server-timeout=2s \
query-total-timeout=10s

Penjelasan parameter:

  • allow-remote-requests=yes (menjadikan router MikroTik sebagai DNS Server lokal)
  • servers=8.8.8.8,1.1.1.1 (DNS upstream yang akan digunakan, misalnya DNS Server Google 8.8.8.8 dan Cloudflare 1.1.1.1)
  • cache-size=8192KiB (besar memori cache DNS, Di v7 cache-size bisa lebih besar dari v6. Untuk router RAM 256MB ke atas, 4096-8192 KiB sudah ideal)
  • cache-max-ttl=1d (lama penyimpanan cache, misal 1d atau 1 hari)
  • query-server-timeout=2s (timeout tiap server DNS)
  • query-total-timeout=10s (total waktu retry seluruh server)

PENTING: Amankan Akses DNS dengan Firewall

Penting untuk mencegah MikroTik berfungsi sebagai open DNS resolver (Open Relay) yang rentan disalahgunakan. Gunakan firewall rules berikut:

Perintah di Terminal (CLI):

/ip firewall filter
add action=drop chain=input dst-port=53 in-interface-list=WAN protocol=udp comment="Block DNS Request from WAN (UDP)"
add action=drop chain=input dst-port=53 in-interface-list=WAN protocol=tcp comment="Block DNS Request from WAN (TCP)"

Setting DHCP Server agar User Menggunakan Router sebagai DNS

Agar semua perangkat user secara otomatis menggunakan MikroTik sebagai DNS Server:

  • Melalui Winbox -> Buka IP -> DHCP Server -> tab Networks.
    • Klik dua kali pada subnet jaringan LAN Anda
    • lalu isi kolom DNS Server dengan IP Router MikroTik Anda (misal: 192.168.88.1).
/ip dhcp-server network set [find] dns-server=192.168.88.1

Ganti 192.168.88.1 dengan IP Interface LAN Mikrotik Anda. Dengan begini, semua user otomatis akan menggunakan router mikrotik sebagai DNS server.

Fitur Tambahan di RouterOS v7

FiturDeskripsi
DNS over HTTPS (DoH)Enkripsi Query DNS menggunakan HTTPS
Static DNSMembuat nama domain lokal seperti server.lan atau printer.home
AdlistBlokir iklan/malware otomatis dari daftar URL (StevenBlack hosts dll)
DNS ForwardersAtur DNS server khusus per domain menggunakan round-robin
mDNS RepeaterMemperluas service discovery (AirPrint, Chromecast, IoT) antar subnet/VLAN
Regex Static DNSGunakan regex untuk memblokir/mengarahkan banyak domain sekaligus

Anda bisa temukan beberapa contoh teknik konfigurasi yang berhubungan dengan penggunaan fitur DNS server di Mikrotik pada Website ini

Skenario Implementasi

Skenario jaringan yang direkomendasikan:

  • Home Lab / SOHO (Small Office Home Office) — Jaringan kecil dengan beberapa server lokal seperti NAS, printer, dan CCTV sudah cukup dikelola menggunakan Static DNS untuk mengatur nama host..
  • Warnet / Kafe / Homestay — Ingin memblokir situs judi dan dewasa dengan Adlist, mempercepat browsing menggunakan cache, serta memaksa semua klien memakai DNS yang sama..
  • Kantor kecil (10-50 user) — Memerlukan kontrol DNS terpusat, pemblokiran malware, dan resolusi nama domain untuk server internal.
  • Sekolah / Perpustakaan — Blokir konten tidak pantas via Adlist, monitoring query DNS, dan mempercepat akses ke website pendidikan dari cache.
  • Jaringan dengan VLAN — Menggunakan mDNS repeater agar device IoT/Apple/Chromecast bisa saling discovery antar VLAN.
  • Bandwidth Terbatas — DNS cache mengurangi query keluar internet, jadi bisa dibilang menghemat bandwidth.

Skenario yang tidak cocok:

  • ISP, Data Center, Enterprise — Karena jumlah query sudah pasti sangat besar dan fitur terbatas. Butuh DNS server dedicated (Windows Server DNS, BIND, Unbound).

Kapan Menggunakan DNS Server Terpisah/Dedicated?

Jika kebutuhan jaringan Anda meningkat, pertimbangkan untuk menggunakan server DNS khusus dalam situasi berikut:

KebutuhanMikroTik DNSDedicated DNS Server
DNS Cache
Static Host
DNS FilteringTerbatasSangat Lengkap
Ad BlockingSederhanaSangat Baik
LoggingTerbatasLengkap
Statistik
Recursive DNS
Authoritative DNS
High AvailabilityTerbatasSangat Baik

Untuk jaringan yang memerlukan filtering, statistik, dan manajemen DNS yang lebih lengkap, solusi seperti AdGuard Home, Pi-hole, Technitium DNS, atau Unbound kerap dipasangkan dengan MikroTik.

Verifikasi & Pengujian

Uji query DNS dari klien menggunakan Command Prompt atau Terminal:

nslookup google.com

Cek DNS cache di MikroTik lewat Winbox dengan masuk ke IP > DNS > Cache untuk melihat daftar domain yang telah di-cache.

Frequently Asked Questions (FAQ)

Apakah cache DNS mempercepat internet?

Cache tidak meningkatkan bandwidth, tetapi mempercepat proses resolusi nama domain sehingga halaman web terasa lebih responsif, terutama untuk domain yang sering diakses.

Apakah RouterOS v7 mendukung DNS over HTTPS (DoH)?

Ya. RouterOS v7 mendukung DoH yang memungkinkan query DNS ke upstream server dienkripsi, meningkatkan privasi dan keamanan.

User ganti DNS manual sendiri (8.8.8.8). Apakah masih lewat MikroTik?

Tidak. Client akan langsung tanya ke Google, melewati router. Solusinya pakai NAT Redirect (dstnat port 53 ke router) agar semua trafik DNS dipaksa lewat MikroTik.

Bisa nggak blokir situs judi/dewasa/iklan pakai DNS MikroTik?

Bisa. RouterOS v7 punya fitur Adlist. Masukkan URL daftar blokir (contoh: StevenBlack hosts), router akan tolak akses domain di daftar tersebut.

Berapa ukuran cache DNS yang ideal?

Untuk beberapa skenario seperti rumah biasa (tanpa Adlist) -> 2 MB (default) cukup, rumah atau kantor dengan Adlist/blokir iklan -> 4–8 MB, Kantor/Kosan/Warnet banyak user -> 8–16 MB. Sesuaikan dengan kapasitas RAM router mikrotik Anda, karena cache dns mikrotik menggunakan RAM.

Kesimpulan

Menjadikan router mikrotik sebagai DNS server di jaringan lokal sangat cocok untuk jaringan kecil hingga menengah yang dapat membuat respon halaman web menjadi lebih cepat, Blokir iklan/malware (Adlist), blokir domain salah satu website (DNS Sinkhole), DNS Rewrite untuk static domain server internal dan membuat kontrol penggunaan DNS menjadi terpusat di router mikrotik.

Tags ,
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted