Backup dan restore konfigurasi di MikroTik secara umum terbagi menjadi 2 metode dengan karakteristik, kapabilitas, dan tujuan yang berbeda, yaitu Binary Backup (.backup) dan Script Export (.rsc). Konfigurasi router hilang akibat kerusakan perangkat keras (hardware failure), atau human error adalah mimpi buruk setiap MikroTik Network Engineer. Dengan fitur backup membantu kita menjaga konfigurasi mikrotik dari hal-hal yang tidak diinginkan.
Perbandingan Binary Backup (.backup) dan Script Export (.rsc)
MikroTik mempunyai dua metode untuk ngamanin konfigurasi, masing-masing memiliki batasan dan tujuan yang berbeda. Memahami perbedaan ini krusial agar Anda tidak salah langkah saat troubleshooting.
| Fitur / Karakteristik | Binary Backup (.backup) | Script Export (.rsc) |
|---|---|---|
| Format File | Biner (enkripsi / kompresi khusus) | Teks biasa (Plain Text) |
| Isi Data | Seluruh sistem (konfigurasi, user, password, sertifikat, hingga MAC Address interface).) | Menghasilkan script berbasis teks biasa (plaintext) yang berisi deretan parameter konfigurasi. |
| Target Device | Harus ke perangkat routerboard yang sama | Bisa ke perangkat routerboard lain / tipe berbeda |
| Security | Enkripsi via AES (painless password hash) | Menggunakan parameter show-sensitive jika mau ekspor termasuk password |
| Edit File | Tidak bisa diedit manual | Bisa diedit menggunakan text editor (Notepad++, VS Code) |
| Skenario | Mengembalikan konfigurasi pada router yang sama persis (MAC Address dan model identik) jika terjadi crash. | Migrasi konfigurasi ke tipe/model router yang berbeda, audit konfigurasi (mudah dibaca manusia), atau upgrade perangkat. |
Mikrotik mempunyai beberapa pilihan penyimpanan hasil backup:
- Local Storage Backup: Disimpan di dalam
Flashatau storage internal router. Cocok untuk backup rutin sebelum mengubah-ubah konfigurasi. - Network/NAS Storage Backup: Dengan memanfaatkan ROSE Storage kita bisa menyimpan file backup langsung ke File Server kita.
- Cloud Backup: Fitur bawaan MikroTik yang memungkinkan simpan file .backup secara gratis di server cloud MikroTik, yang terikat langsung dengan SN (Serial Number) Routerboard.
- Backup Otomatis via Script & Scheduler: Anda bisa membuat script agar MikroTik otomatis membuat backup setiap hari atau seminggu sekali lalu merotasi hanya 7 file backup versi terakhir (Backup Retention) yang tersimpan di internal storage. Contoh implementasi -> Script Backup Otomatis Dengan Fitur Rolling atau Retention.
Skenario Backup dan Restore Paling Umum
Skenario A: Restore dari Malfungsi (Disaster Recovery)
Skenario ini berlaku jika router Anda mengalami salah konfigurasi fatal, di-reset ke pengaturan default, atau setelah melakukan netinstall, dan Anda ingin restore ke kondisi persis seperti sebelum terjadi masalah pada perangkat routerboard yang sama.
Ini adalah Metode Terbaik dengan alasan bisa mengembalikan 100% kondisi router termasuk data user/password (pppoe/hotspot/vpn secret), sertifikat SSL, dan konfigurasi interface tanpa ada yang terlewat.
Cara Backup (CLI):
/system backup save name=BackupMikrotik encryption=aes-sha256 password=PasswordRahasiaAnda
File hasil backup (.backup) tersimpan di internal storage routeboard yang kita bisa lihat di Winbox -> menu Files (/file print). Kita bisa download file hasil backup dan simpan ke PC/Laptop kita untuk arsip.
Anda juga bisa menyimpan file binary backup ke server Cloud Mikrotik, bisa lihat di -> Cloud Backup Mikrotik: Backup dan Restore ke Cloud.
Cara Restore (CLI):
/system backup load name=BackupMikrotik password=PasswordRahasiaAnda
Skenario B: Ganti Perangkat Routerboard (Migrasi/Upgrade ke Router Baru)
Skenario ini terjadi ketika router lama Anda rusak secara fisik (misal: tersambar petir) atau Anda melakukan upgrade ke tipe spesifiasi yang lebih tinggi (misal: dari hEX RB750Gr3 migrasi ke CCR2004).
Metode Terbaik yang digunakan adalah Script Export (.rsc) dengan alasan File .backup tidak boleh di-restore ke perangkat dengan tipe berbeda karena perbedaan arsitektur hardware, jumlah port, dan MAC Address yang bisa menyebabkan kernel panic atau konfigurasi interface ngaco.
Cara Backup (CLI): Untuk MikroTik v7, gunakan parameter show-sensitive jika kita ingin menyertakan password PPPoE/Hotspot/VPN agar tidak repot input ulang di router baru
/export file=KonfigMikrotik show-sensitive
- Cara Restore di Router Baru:
- Buka file
.rscmenggunakan text editor di PC. - Audit dulu, sesuaikan nama-nama port (misal jika jumlah port berbeda).
- Hapus konfigurasi parameter yang ada MAC Address router lama jika ada.
- Masuk ke router baru yang sudah di-reset configuration (tanpa default konfigurasi).
- Upload file
.rscke menuFiles. - Jalankan perintah import via CLI:
- Buka file
/import file-name=KonfigMikrotik.rsc
Troubleshooting
- Masalah: Saat restore
.backupke router baru yang tipenya sama, tiba-tiba internet tidak jalan.- Penyebab: File
.backupmembawa MAC Address dari router lama, sehingga terjadi konflik atau ketidaksesuaian padainterfaces. - Solusi: gunakan metode Export/Import (
.rsc) jika ganti routerboard baru, meskipun tipe modelnya sama.
- Penyebab: File
- Masalah: Import
.rscgagal berhenti di tengah jalan dengan notifikasi syntax error.- Penyebab: Kadang ada konfigurasi di script yang di import tidak sesuai dengan routerboard baru, misal perbedaan versi routeros pada routerboard lama dengan yang baru (perintah/fitur nya ternyata sudah berbeda atau tidak ada, yang lama v6 yang baru v7) atau perbedaan nama interfaces.
- Solusi: Buka file .rsc di PC, lalu cari baris yang bermasalah. Hapus atau edit baris konfigurasi yang bermasalah sebelum di-import.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Ditanyakan)
Apakah saya bisa me-restore file .backup dari RouterOS v6 ke RouterOS v7?
MikroTik tidak menyarankan hal ini karena terdapat perubahan besar pada kernel, format perintah, fitur, dan protokol routing (seperti OSPF dan BGP) di v7. Cara paling aman adalah melakukan Export (.rsc) di v6, membaca serta memodifikasi script-nya, lalu mengimpornya ke v7.
Bagaimana cara simpan file backup ke Cloud Backup MikroTik?
Anda harus mengaktifkan IP Cloud terlebih dahulu. Di CLI, gunakan perintah: /system backup cloud upload password="YourSecurePassword". atau lihat contoh implementasi nya di -> Cloud Backup Mikrotik: Backup dan Restore ke Cloud
Kesimpulan
Fitur backup di MikroTik RouterOS sepenuhnya bergantung kebutuhan. Kalau tujuannya untuk ngamanin router yang sama dari kerusakan, gunakan Binary Backup (.backup). Tapi kalau untuk arsip, belajar, atau migrasi antar routerboard, pilih Script Export (.rsc).